Mengomentari kesalahan orang lain dengan alasan untuk menasihati dan mengingatkan memang baik. Namun, harus disertai dengan perbaikan diri kita sendiri. Mengapa?
Karena Alloh Swt. berfirman,
Karena Alloh Swt. berfirman,
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, adahal kamu membaca al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al Baqoroh [2] : 44)
Rasulullah SAW sukses membawa umat manusia dari zaman jahiliyah kepada zaman yang terang-benderang dengan cahaya hidayah. Semua itu karena beliau senantiasa memulai kebaikan dari diri sendiri.
Bisa saja, kita merasa gagal mendidik anak untuk menjadi sholeh, karena kita tidak ada kiat untuk menjadikan diri menjadi orangtua sholeh.
Bisa saja, kita merasa gagal mendidik siswa kita menjadi baik, karena kita tidak ada kiat untuk menjadi guru yang baik.
Bisa saja, kita merasa gagal mendidik objek dakawah kita, karena kita gagal memperbaiki diri kita sendiri.
Ibda binnafsik, mulai dari diri sendiri. Sehingga manakala Rasulullah SAW mengajak manusia kepada kebenaran, beliau mengajaknya pula dengan keteladanan. Inilah yang membuat dakwah Islam sangat efektif. []
Sumber: www.smstauhid.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar